header besar dan yeyet

Mengisi Kegiatan Liburan Sekolah Dengan Pulang Kampung

Kegiatan Liburan Sekolah

Moment liburan sekolah adalah salah satu yang kami tunggu-tunggu, karena buat kami yang sedang jauh di tempat kampung halaman moment liburan adalah momen dimana kami bisa pulang ke kampung halaman, 

Segudang rencana pun sudah kami susun untuk mengisi liburan itu, pertama ingin bertemu orang tua tentunya , juga mengunjungi saudara , sahabat ,tempat rekreasi atau tempat -tempat di mana dulu kita sering kongkow seperti perpustakaan daerah , taman dan lain -lain .


Kami yang saat ini berdomisili di Semarang karena tuntutan pekerjaan seorang ayah atau suami, harus rela meninggalkan tempat tinggal kami yang kami bangun dengan penuh kerja keras juga kenangan  yang indah di Purwakarta , belum lagi  kami harus jauh dari sanak saudara .


Namun hal ini lantas tidak membuat kami larut dalam kesedihan karena kami meyakini dimanapun kami tinggal itu adalah takdir Allah , masih Teringat perkataan guru kami Ustadz Budi Ashari LC dalam ceramahnya , beliau berkata :


" Sesungguhnya kita ini sedang berjalan dari satu takdir ke takdir berikutnya ".


Jadi , dimanapun kami berada kami selalu yakin di situ Allah Takdir Allah sedang berjalan , apalagi dengan adanya kami memutuskan hijrah ke Semarang intensitas untuk berkumpul antara anak, ibu dan ayah menjadi sering atau setiap hari. 


History  Memutuskan Hijrah Dari Purwakarta Ke Semarang.


  1. Jauh dari keluarga , harus bolak balik Semarang Purwakarta akhirnya sakit .


Suami sekaligus ayah dari anak ku sudah lama bekerja di semarang , sudah sempat pindah kerja di Purwakarta namun takdir Allah membawa nya lagi bekerja di Semarang sejak tahun 2018 sampai sekarang .


Memang tidak mudah pagi suami ku perjuangannya bekerja jauh dari keluarga ,tanpa ada yang mengurus setiap harinya ,beliau harus fighting sendiri di semarang , belum lagi menahan rasa kangennya terhadap anak juga istrinya .


Hingga akhirnya pada akhir tahun 2019 beliau sakit di vonis sakit TB oleh dokter dan akhirnya harus menjadi pengobatan selama enam bulan , selama enam bulan beliau harus rutin minum obat tanpa jeda , dan alhamdulilah  allah mudahkan kesembuhannya setelah 6 bulan berobat ,sebelum virus covit 19 menyerang Indonesia. 


  1. Permintaan Ananda  Sahla ingin berkumpul dengan ayah dan ibu  setiap hari 


Sahla anak kami satu satunya masih berusia 6 tahun waktu itu , tahun kedua dia belajar di kuttab Al Fatih Purwakarta , seiring bertambahnya ilmu yang dipelajari di sekolahnya , kemampuan untuk menyampaikan pendapatnya pun semakin nampak .


Berkali - kali sahla berdialog dengan aku mengenai kerinduannya terhadap ayahnya, menurut dia dalam keluarga itu seharusnya lengkap setiap hari harus berkumpul melihat ,ibu dan bapak .


" Seharusnya Ibu dan bapak setiap hari bareng-bareng " ucapnya dengan polos .


Sahla juga menyampaikan keinginannya untuk bisa belajar Al Qur'an tidak hanya sama ibu , tapi dia ingin belajar Alquran bersama ayahnya.


" Aku ingin belajarnya sama Bapak "


Juga tatkala bapaknya pulang ke Purwakarta dan tatkala akan kembali ke Semarang dia sering merengek menangis ingin ikut ke Semarang ,


Menurut dia bermain ,bertemu dengan bapaknya tidak cukup hanya dua hari saja (Sabtu dan Minggu) ,atau tidak cukup setiap hari video call ,tapi dia ingin setiap hari bermain ,belajar bersama ayahnya terlihat wujudnya .


Bahkan dia mengungkapkan ingin seperti temannya atau saudara sepupunya yang setiap hari diantar sekolah oleh ayahnya bukan ibunya .


Coba hati  ibu yang mana tidak akan teriris mendengarkan rengekan anak 

Kesanga nya ingin berkumpul dengan ibu dan bapaknya setiap hari..?


Pertimbangan  sebelum Hijrah Ke Semarang 


  1. Orang tua sakit 


Saat itu kondisi orang tua aku (ibu ) sudah divonis gagal ginjal oleh dokter , beliau harus melakukan therapy dengan cuci darah (hemodialisa ) ,setiap dua kali dalam seminggu .


Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara , adik kedua sudah menikah , sedang adik bungsu masih lajang dan sibuk dengan pekerjaannya .kami sudah mempunyai peran masing masing di keluarga saling  bahu membahu membantu ibu kami yang sedang sakit yang perlu perawatan intensif setiap minggunya .


Waktu itu aku berfikir jika aku pindah ke Semarang adik yang ke dua ku pasti akan kerepotan untuk mengantar ibu ke rumah sakit dengan intensitas yang sering ,karena adik bungsu masih sibuk dengan pekerjaannya .


  1. Harus meninggalkan rumah impian yang belum selesai  dan tempat usaha (toko) yang baru kami mulai.


Kami baru saja menempati  rumah yang  baru di bangun dengan penuh jerih payah ,sebenarnya rumahnya belum selesai di bagian luarnya namun sudah kami tempati di tahun 2014 , niatnya sambil berjalan di tempati kami akan terus melakukan pembangunannya .


Dan akhirnya sampai sekarang rumah impian kami ada beberapa bagian belum selesai , semoga Allah mudahkan kami bisa nyicil menyelesaikan rumah impian kami ini .


Begitupun dengan toko yang baru berjalan 3-4 tahun kami mulai, sudah banyak pelanggan , sudah banyak impian kami untuk toko itu .


Akhirnyat Tiba waktunya kami Hijrah ke semarang


Tidak mudah bagi aku untuk memutuskan hijrah ke Semarang , dengan segala pertimbangan akhirnya aku memutuskan ikut suami ke Semarang.


Waktu itu wabah covit 19 baru datang menyerang negri ini, dan sekolah - sekolah harus belajar online , di sanalah anakku meminta untuk bersama ayahnya .

Kebetulan Minggu itu jadwal ayahnya pulang ke Purwakarta akhirnya kami memutuskan untuk ikut ke Semarang dengan hanya membawa 1 buah koper berisikan baju Alhamdulilah kami berdua datang ke Semarang dengan sehat dan selamat .


Aku dan anakku baru memutuskan untuk hijrah mengikuti jejaknya  pada tahun 2020 pada awal pandemik covit 19 muncul , kami bertiga tinggal di asrama tempat ayahnya bekerja selama kurang lebih 3 bulan . 


Sampai tiba waktunya idul Fitri pertama adanya virus kami gak bisa kembali ke Purwakarta . Padahal rencananya akan pulang dulu dan membawa sebagian barang di bawa ke Semarang ,juga kami akan berpamitan kepada sanak saudara juga Tan bahwa kami akan pindah ke Semarang .


Namun takdir juga berkata lain , idul Fitri waktu itu kami di asrama , dan beberapa barang yang penting kami minta adik untuk dikirim via cargo ke Semarang , perpisahan kami pun hanya lewat handphone .


Selepas itu sahla pindah sekolah ke kuttab al fatih Semarang yang berada jauh dari kantor ayahnya .akhirnya kami memutuskan untuk mencari kontrakan di dekat kuttab al fatih semarang .hingga sekarang kami sudah tiga  kali pindah kontrakan rumah. 


Masyaallah begitulah  takdir Allah itu kita tinggal menjalaninya dengan ikhlas ,sabar , percaya saja bahwa takdir Allah itu pasti baik untuk umat nya.


Liburan sekolah adalah istimewa 


Semenjak kami hijrah ke Semarang momen ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu. Yapz betul kami ingin segera mengunjungi kampung halaman kami , bertemu dengan ibu atau nenek , sanak saudara , rumah impian , kangen dengan kulinernya , tempat wisatanya dan lain- lain .


Kegiatan liburan di kampung halaman

  1. Membersihkan rumah.


Kegiatan ini menjadi salah satu kewajiban buat kami , di saat kami baru tiba di rumah ,pastinya kami check dulu tuh kondisi rumah yang sudah sekian lama tidak ditempati pasti banyak sarang laba- laba dan lainnya .


Tak kalah penting juga lihat kondisi perkakas yang lain seperti lampu, kunci , kran air yang kadang sudah karatan, bahkan lari ea atau kompor gas yang kita tinggal kan .


Lalu setelah itu kita bersihkan juga halaman belakang yang udah kayak kebun rumput wkwkkw , karena tanamannya sudah disalip tingginya sama rumput .capek sih tapi tidak masalah kita jalani saja namanya juga hidup .


  1. Bertemu ibu atau nenek, juga sanak saudara .dan para sahabat


Pertemuan yang dirindukan akhirnya aku dan anakku bisa berkumpul dan bertemu kembali dengan sanak saudara , walaupun hanya sesaat dan diBatasi waktu ,tapi kamu cukup puas sudah bisa berjumpa dengan mereka .


Akupun berkesempatan menemani ibu untuk ke rumah sakit terapi cuci darah , atau hanya sekedar menemani beliau ngobrol santai di rumah, sesekali aku dan sahla menginap di rumah ibu.


Begitupun agenda pertemuan dengan para sahabat sudah kami jadwalkan , melalui chat whatsapp .


Semoga allah mudahkan kita bertemu kembali di liburan -liburan berikutnya yaa amin.


  1. Pergi ke tempat wisata  juga menyicipi kuliner khas purwakarta


Salah satu yang tidak pernah tertinggal ketika pulang ke Purwakarta adalah mengunjungi tempat -tempat wisatanya , ada banyak tempat wisata di kota ku namun tidak semua bisa ku kunjungi setiap kali aku liburan .


Beberapa tempat wisata atau nongkrong yang sering aku kunjungi setiap kali pulang akan aku review di next blog ,stay tune terus ya di my blog www.yeyetkusmiati.com




Related Posts

20 comments

  1. Semoga semakin berkah dan bahagia ya Mbak sekeluarga di Semarang, saya juga jauh dari orang tua karena ikut suami di Semarang, semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, terimakasih doa nya ,pun begitu keluarga ibu semoga selalu dalam keberkahan

      Delete
  2. Wah ... nikmatnya bisa pulang mudik. Saya nggak pernah pulang mudik, karena saya dan suami berasal dari kota Semarang. Jadi kalau pas lebaran ya jaga gawang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe , mudik ke kampung sebelah juga gak apa- apa mba .

      Delete
  3. Wah, bahagia ya sudah barengan terus. Semoga keluarga mbak selalu diberikan keberkahan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin . terimakasih doanya , doa yang sama untuk ibu dan keluarga

      Delete
  4. Semoga semakin betah di Semarang, sekaligus selalu dimudahkan utk bisa pulang kampung ya, Mbak.

    ReplyDelete
  5. Aku lebih salut soal hijrahnya mbak, gak mudah loh hijrah ke suatu tempat. Lingkungan baru, teman baru, adaptasi lagi. Tapi pasti ada banyak hal positif yang didapat. Terimakasih sudah menginspirasi mbak.

    ReplyDelete
  6. Berat pastinya ya mba memutuskan untuk pindah rumah. Alhamdulillah bisa berkumpul lagi bersama suami setelah sekian lama tinggal berjauhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awalnya berat , namun karena anak dan suami jadinya di paksa berlapang hehe

      Delete
  7. Lalu Allah mentakdirkan mita menjadi tetangga yaaa mbaak ma syaa Lalah, pan kapan mauu kesanaaa ahhhh

    ReplyDelete
  8. Yang libur anaknya, emaknya ikut seneng deh, waktunya jalan2, hihi...

    ReplyDelete
  9. MasyaAllah....semoga semakin berkah dan bahagia ya Mbak keluarganya apalagi sudah banyak berjauhan aamiin

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah....Semoga Allah mudahkan semua urusan dan Mbak Yeyet sekeluarga mampu mewujudkan impian yang belum selesai aamiin.. Selamat berkumpul dengan keluarga tercinta...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, jazakillah khoir doanya , doa yang sama untuk mba dan keluarga

      Delete
  11. MasyaAllah, pinternya Sahla. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mba Yeyet dan keluarga ya..semoga dipermudah pula mewujudkan impiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin , jazakillah khoir doanya , doa yang sama untuk mba dan keluarga

      Delete
  12. Senangnya sudah bisa berkumpul dengan keluarga secara lengkap. Saya juga ikut senang mbak Yeyet pindah ke Semarang, kan kita jadi ketemu dan bestiean wkwk..

    ReplyDelete

Post a Comment